Diskon Bootcamp di Startup Campus

Sabika Amalina: UI/UX Design Bukan Sekedar Estetika!

Contents

UI/UX Design biasanya tidak disebut pertama kali ketika ada pertanyaan soal bidang karier impian. Tetapi, hal ini tidak berlaku untuk Sabika Amalina. Wanita lulusan jurusan Informatika ini sudah memiliki gambaran career planning sejak mengenal mata pelajaran komputer di bangku Sekolah Menengah Pertama. Berbeda dengan teman-teman lainnya yang lebih menyukai pelajaran Matematika, Ilmu Sosial, atau Bahasa, Sabika memililih mata pelajaran komputer sebagai favoritnya. Siapa sangka, itu menjadi bibit lahirnya seorang Product Researcher handal di usia mudanya!

Dari custom blogspot hingga magang di GOJEK

Berapa banyak orang sekarang yang masih menggunakan blogspot untuk mengunggah tulisan pribadinya? Pastinya sudah tidak sebanyak di sekitar tahun 2010-an, karena sekarang sudah banyak platform yang bisa menampung tulisan-tulisan tersebut seperti Medium, LinkedIn, atau bahkan tumblr. Ketika blogspot masih di masa kejayaannya, banyak pengguna yang tidak hanya sekedar mengunggah tulisan saja. Tetapi juga mempercantik blog mereka dengan simple coding untuk membuat tampilan custom sesuai selera mereka. Sabika pun tidak terkecuali melakukan ini.

Menurut ceritanya, ketertarikannya pada komputer bermula pada ketertarikan terhadap teknologi informasi lainnya, termasuk blogspot. Di bangku SMP, Sabika mulai membuat custom blogspot sendiri karena ingin menggunakan kekreatifitasannya untuk membuat tampilan blog yang menarik. Hobi ini Sabika bawa hingga duduk di bangku kuliah dan memilih untuk belajar di jurusan Informatika dan pada akhirnya, mendalami soal UI/UX Design.

Di bangku kuliah ini jugalah Sabika mengenal bidang UI/UX Design. Melalui mata kuliah Design Thinking, ia belajar bagaimana cara membuat solusi atas permasalahan manusia melalui desain dan teknologi. Mata kuliah ini mengajarkan Sabika soal user research, yang ternyata menurutnya sangat menyenangkan! Bagi Sabika yang extrovert, hal ini sangat enjoyable untuk dilakukan. Akhirnya, pada semester 5, ia memilih untuk mendaftar ke program magang di perusahaan GOJEK sebagai researcher dan tentu saja, Sabika diterima!

Program magang inilah yang jadi titik balik bagi Sabika dalam career journey-nya sebagai Product Researcher dan mentor UI/UX Design di Startup Campus.

Bukan switch career, tapi explore career

Bisa memiliki karier sesuai cita-cita sedari kecil adalah suatu pencapaian yang tidak semua orang bisa raih. Tetapi, walaupun begitu, tidak berarti perjalanan Sabika di bidang UI/UX Design ini tidak bertemu dengan hambatan. Bahkan, jalur switch career pun sempat terlintas di pikirannya.

Diterjemahkan lewat Indeed, switch career adalah tindakan ketika seseorang berusaha mengejar sebuah pekerjaan di luar bidang pekerjaan yang sedang dikerjakan. Misalnya, kamu sudah memiliki karier di bidang UI/UX Design, tetapi karena satu dan lain hal, kamu ingin switch career ke bidang marketing. Fenomena switch career ini memang banyak terjadi di lingkungan kerja, dan sudah diwajarkan.

Bagi Sabika sendiri, Ia tidak mau membatasi diri di satu bidang saja. Apalagi menurutnya, bidang teknologi ini bisa menjadi model bisnis yang tumbuh selama dibawa ke ranah yang bermanfaat. Dari wawancaranya bersama Startup Campus, ia menyampaikan:

“Aku tidak membatasi diriku untuk eksplorasi dan mencoba peran lainnya, jadi sebenarnya pikiran switch career itu pasti ada. Tapi buatku yang kurang lebih sudah punya sedikit gambaran career planning, sepertinya untuk beberapa tahun ke depan masih banyak hal yang harus aku pelajari dan bisa ku eksplor di bidang riset.”

Satu hal yang bisa kamu jadikan pelajaran dari Sabika adalah, Ia selalu mencari hal positif dari sesuatu! Rasa stuck baginya adalah hal yang wajar dirasakan semua orang, di bidang manapun mereka bekerja. Jika kamu memiliki dilemma yang sama soal switch career, ingat saja pesan Sabika kalau itu adalah bagian dari eksplorasi diri, asal dibarengi dengan memiliki gambaran career planning! Dengan menyusun career plan, kamu juga bisa lebih explore tentang apa yang kamu mau dan lebih proaktif terhadap impian kamu.

Salah satu langkah proaktif yang bisa kamu lakukan untuk mengejar mimpi kamu adalah mempelajari bidang karier impian kamu. Jika Sabika harus terbang jauh untuk melakukan program pertukaran pelajar, kamu bisa lho melalukannya dari rumah. Caranya? Dengan ikut public bootcamp dan diajari langsung oleh Sabika!

Meet Our UI/UX Design Expert, Mbak Sabika!

Sabika Amalina Expert UI UX Design Startup Campus

Sabika Amalina adalah expert UI/UX Design yang akan menjadi mentor untuk trek UI/UX Design di public bootcamp Startup Campus. Dengan portofolio dan track record yang lebih dari mumpuni, Ia akan membantu peserta bootcamp untuk belajar soal UI/UX Design dengan menyenangkan!

Tidak bisa dipungkiri, belajar dari orang yang passionate di bidangnya pasti akan lebih menyenangkan. Karena, selain memiliki pengetahuan mendalam, mentor yang handal sudah memiliki banyak pengalaman hands-on project, sehingga materi yang diajarkan pun akan terasa lebih ringan. Soal motivasi, jangan lagi ditanya. Bagi Sabika, bidang yang dia tekuni ini sangat menarik! Katanya:

“Teknik informasi itu menarik karena it works like magic, seolah kita bisa membuat semua jadi nyata dengan teknologi. Penerapan teknik informasi juga ternyata sangat luas, bahkan sekarang sudah bisa dikaitkan dengan banyak keilmuan lainnya.”

Startup Campus juga menjadi tempat bagi Sabika untuk melatih bakatnya sebagai pengajar. Ia sendiri mengaku sudah tertarik dengan kegiatan mengajar sejak kuliah. Bahagianya, ketika Sabika diberi kesempatan untuk bertemu dengan bibit-bibit baru digital talents UI/UX Designer di Indonesia melalui program Startup Campus!

Menurut Sabika, hal yang paling menyenangkan sebagai mentor di Startup Campus adalah Ia bisa merasakan vibes belajar lagi. Walaupun sebagai mentor, menurutnya Ia juga banyak belajar dari mentee yang selalu proaktif, sehingga menjadi tantangan sendiri. Beberapa poin yang Ia tangkap setelah menjadi mentor adalah:

  • Belajar problem solving, dimana Sabika harus bisa membantu mentee-nya jika mereka kesulitan
  • Belajar komunikasi yang baik agar informasi yang disampaikan mudah dicerna, dan
  • Belajar time management karena Sabika harus membagi waktunya menjadi mentor dengan pekerjaan utama yang harus dijalankan.

Kalau btantangan, menurut Sabika yang paling sulit adalah soal kurikulum mengajar. Katanya:

“Di Startup Campus aku diamanahi untuk turut serta dalam pembuatan kurikulum dan matriks penilaian. Bagian itulah menurutku yang menjadi tantangan, karena aku bukan dari latarbelakang ilmu pendidikan. Startup Campus memberikan pengalaman yang sangat berharga buatku.”

Dear Future Digital Talents…

Sebagai praktisi digital yang berkarier di dunia UI/UX, Sabika memiliki visi besar dan beberapa pesan untuk kamu, masa depan talenta digital di Indonesia. Terutama, bagi yang masih ragu untuk belajar UI/UX Design karena merasa sudah terlalu terlambat untuk belajar ilmu baru dari nol.

Menurut Sabika, UI/UX adalah bidang keilmuan yang akan dibutuhkan untuk waktu yang lama, karena dibutuhkan di kehidupan sehari-hari. Terutama, bagi brand yang go digital. UI/UX tidak hanya memperhatikan estetika saja, tetapi juga kebiasaan manusia sebagai pengguna. Untuk melakukan ini, dibutuhkan sentuhan empati dari manusia sendiri, sehingga talenta di bidang UI/UX tidak akan bisa diganti oleh mesin atau Artificial Intelligence.

Jika kamu adalah pemula, Sabika juga berpesan untuk jangan takut memulai sesuatu, karena tiap detik yang kamu habiskan untuk belajar adalah bagian dari investasi. Ingat, every expert was once a beginner! Jadi, jika kamu merasa diri kamu memiliki sisi kreatif dan bisa membuat solusi dalam bentuk desain, jangan ragu untuk belajar soal UI/UX Design dari nol hingga mahir. Ada banyak bakat terpendam seperti kamu yang belum terlihat karena ragu memulai, lho.

Sabika harap, kita semua terutama masyarakat Indonesia bisa maju dengan teknologi. Harapannya untuk talenta digital di Inonesia, terutama calon expert di bidang UI/UX adalah:

“Future digital talents harapannya bisa lebih kreatif, proaktif, dan adaptif. Semua industri butuh ide dan inovasi. Ke depannya akan banyak lagi hal baru yang lebih menarik dan mungkin, akan memerlukan kita untuk bisa beradaptasi dengan jauh lebih cepat. Bisa jadi keilmuan UI/UX ini berevolusi menjadi sesuatu yang lebih kompleks lagi, contohnya sekarang implementasinya dengan Artificial Intelligence (AI).”

Public Bootcamp Startup Campus

Ingin bertemu dan belajar langsung bersama Sabika dan expert lainnya? Daftar Public Bootcamp Startup Campus sekarang!

Public Bootcamp Startup Campus menawarkan kelas intensif yang interaktif dengan sistem live session yang bisa membantu pesertanya untuk belajar dengan lebih kondusif, walaupun belajar dari nol. Tidak hanya itu, ada banyak benefit lain yang bisa didapatkan. Diantaranya:

  • Modul belajar, e-book, dan referensi belajar lainnya
  • Pendanaan untuk eksperimen belajar atau pengembangan produk
  • Mentorship
  • Networking dengan para pakar
  • Sertifikat Resmi
  • Pengalaman kerja nyata melalui proyek riil!

Startup Campus juga sedang menggagas program #BelajarSekaligusBerbagi, dimana seluruh peserta Public Bootcamp juga turut berkontribusi membantu satu anak dari daerah Timur Indonesia untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.

Kini dengan diskon 80%, Public Bootcamp dibuka dengan empat pilihan trek, yaitu UI/UX Design, Founder, Artificial Intelligence, dan Data Science. Klik di sini untuk daftar!

Picture of Startup Campus

Bagikan Artikel

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x